Intisari-2

Kitab kuno yang disebut Alkitab itu telah ditulis dalam rentang waktu hampir 2000 tahun, yang puncaknya adalah proses penulisan Perjanjian Baru yang berlangsung pada abad pertama masehi. Dinamika perubahan dan ragam budaya yang mempengaruhi sifat redaksi kitab tersebut, dan yang tentu memiliki kesenjangan dengan keadaan zaman sekarang oleh meningkatnya pengetahuan (Daniel 12:4), seharusnya membuat kita berpikir bahwa tidak sepantasnya lagi kita secara gegabah mengutip potongan dari redaksinya untuk langsung disimpulkan menjadi suatu pengajaran (khotbah).
Itu sebabnya suatu metode penelitian naskah kuno (hermeneutika) sebagai alat melihat arti naskah dari berbagai aspek, terutama konteks, sudàh sepatutnya menjadi suatu ilmu yang harus dikuasai oleh siapapun yang merasa terpanggil menjadi pegajar Alkitab secara jujur. Hal itu menjadi suatu tanggung jawab moral jika tidak ingin menjadi bagian dari oknum perusak wibawa Alkitab sebagai Firman Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *