Intisari-3

Sejak Konstantinus menyatakan legalitas kekristenan, disusul kebijakan Theodosius yang menjadikan Kristen sebagai agama negara Romawi pada abad-4, maka aniaya secara spontan berganti kejayaan dan kenyamanan. Eropa menjadi Kristen total tanpa pemahaman dan penghayatan sejati. Geliat reformasi selanjutnya yang memunculkan ide teologia kepastian dan penetapan sebagian orang untuk diselamatkan tanpa usaha perbuatan, telah menjauhkan warga gereja dari niat hidup suci, yang bermuara pada terciptanya masyarakat berlegalitas Kristen, namun sebenarnya menjadi ateis praktis hingga saat ini.
Untuk mengikuti Tuhan dan supaya berkenan kepada-Nya, kita memang tidak diminta memikul salib-Nya, tetapi wajib memikul salib kita masing-masing (Matius 10:38; 16:24; Markus 8:34; Lukas 9:23), yang adalah inisiatif aktif dari kita untuk memgambil peran dalam pekerjaan-Nya (1 Petrus 4:13), yang walau pasti menimbulkan efek derita, namun menjadi pengawal hidup agar tetap kudus berkenan bagi-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *