Intisari-4

Ketika doktrin gereja yang masih am (katolik) sedang berayun ke sisi yang semakin salah oleh dorongan kebutuhan kemegahan fisik gereja pada akhir abad pertengahan, maka gerakan reformasi berusaha menarik ayunan ke posisi neteral, namun segera pula terjadi reaksi penarikan ke sisi lain yang sebenarnya juga luncas. Akhirnya fanatisme terhadap doktrin yang mengesampingkan wibawa sejati Alkitab, tidak bisa dihindari telah merangsang sikap permusuhan dan kebencian sesama Kristen yang memicu berbagai ekspresi kejahatan dalam dunia gereja. Umat hanyalah loyalis yang menjadi korban pelaku indoktrinasi para cendikiawan gereja hingga saat ini.
Tetapi tidak perlu kwatir. Karena Allah yang maha adil, akan melihat ketulusan dan kejujuran dalam batin sebagai dasar penghakiman-Nya atas perbuatan salah di luar jangkauan kemampuan setiap orang dalam memahami kebenaran sejati (Yeremia 17:10).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *