Mentoring 14 – Peran Wawasan

Wawasan adalah salah satu kekayaan pribadi yang diperlukan untuk mencapai hal-hal besar dan kelanggengan dalam membangun sinergi dalam suatu tim kerja. Karena sesungguhnya bobot wawasan seseorang akan turut membentuk kedewasaan mental yang mempengaruhi sikap dan tindak-tanduknya dalam berinteraksi dengan sesama. Jadi dalam hal ini ada dua peran uatama wawasan dalam meraih sukses pencapaian tujuan: Yang pertama adalah untuk memberi inspirasi strategi bekerja dalam mencapai tujuan, dan yang kedua adalah salah satu faktor yang turut meningkatkan kapasitas mental yang berguna untuk menjalin hubungan harmonis dengan tim kerja. Lalu bagaimana wawasan bisa bertumbuh secara maksimal?

Dalam kamus bahasa Indonesia istilah ‘wawasan’ diartikan, “anggapan pikiran, paham, pandangan, pendapat, pengertian, pengetahuan. Istilah ini berasal dari bahasa jawa ‘wawas’ yang berarti pandangan, tinjauan, dan penglihatan. Jadi istilah wawasan bisa berarti kapasitas atau kualitas pandangan, atau kualitas tinjauan berpikir seseorang. Dengan demikian istilah ini sebenaranya ada kesamaannya dengan pola pikir sebagaimana telah dijelaskan pada mentoring sebelumnya, yakni tentang Pola Pikir. Perbedaannya adalah, kalau pola pikir itu merupakan cara berpikir yang sudah terpola, baik secara sengaja maupun tidak sengaja oleh berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, sedangan wawasan adalah jangkauan atau kualitas keluasan berpikir yang diperoleh dari pengetahuan maupun pengalaman yang dimiliki. Kalau dalam pola pikir kita bertanya “seperti apa dia berpikir tentang sesuatu?”, sedangkan dalam wawasan kita bertanya “sejauh mana dia bisa berpikir tentang sesuatu?”.

Wawasan tidak terbentuk secara langsung. Tingkat kemampuan jangkau wawasan seseorang ditentukan oleh banyaknya pengetahuan dan pengalaman seseorang. Jadi jumlah pengetahuan dan pengalaman adalah kunci penentu kualitas wawasan seseorang. Alkitab juga mencatat bahwa jumlah pengetahuan manusia akan semakin bertambah seiring dengan perkembangan zaman (Daniel 12:4).  Demikianlah pengetahuan dapat diperoleh dari dua sumber utama:

  1. Melalui Pengalaman Hidup

Secara tidak sengaja melalui interaksi dengan sesama dan lingkungan hidup, manusia telah menambah kuota pengetahuannya sejak lahir. Itu sebabnya lingkungan dia dibesarkan dan berbagai pengalaman yang dimiliki sangat menentukan tingkat kualitas wawasan yang diserap secara tidak sengaja. Jadi tidak bisa dipungkiri bahwa pengalaman seseorang ikut menambah jumlah pengetahuan dan kualitas wawasan seseorang. Kesadaran akan hal inilah yang mendorong banyak orangtua melibatkan anak-anaknya dalam berbagai pekerjaan dan petualangan.

Keunggulan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman jika dibandingkan dengan pengetahuan yang diperoleh dari program sekolah yang diajarkan adalah, karena pengetahuan tersebut langsung dilihat atau dialami secara langsung. Selain menjadi lebih kokoh terekam dalam pikiran, juga karena dapat melihat kaitan pengetahuan tersebut dengan hubungan-hubungan disekitarnya. Sehingga ketika suatu saat pengetahuan itu dibutuhkan, pemilik pengalaman itu akan segera mengakses memorinya dan bisa menerapkannya sesuai kebutuhan. Fakta inilah yang mendorong banyak orang bijak sehingga tidak tinggal dalam menunggu pengalaman datang, tetapi telah dengan sengaja berkelana mencari pengalaman.

Mencari pengalaman dengan sengaja memang memiliki resiko. Hal itu sangat tergantung besarnya proyek pengalaman yang diarungi. Mencoba memulai suatu bisnis yang belum pernah dikerjakan sebelumnya, tentu saja memiliki resiko rugi sesuai tingkat besarnya modal yang diinfestasikan. Tetapi pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman itu sesungguhnya jauh lebih berharga dari kerugian yang terjadi. Itu sebabnya sebaiknya kita tidak kapok karena terauma dengan kerugian atau resiko yang dialami dari suatu pengalaman, sejauh hal itu dapat kita jadikan sebagai pembelajaran untuk membenahi langkah-langkah berikutnya. Andaikatapun kita tidak lagi bergerak di usaha yang sama, tetapi pengetahuan yang kita miliki dari pengalaman itu akan menjadi bahan penambah kuota wawasan kita yang berguna kelak pada waktunya.

  • Melalui Program Pendidikan Yang Disengaja

Yang pasti sangat penting adalah memperoleh pengetahuan lewat jenjang program pendidikan formal di sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Kualitas sarana pendididikan formal yang ada tentu saja juga ikut mempengaruhi kualitas pendidikan dan pengetahuan yang diperoleh. Itu sebabnya tidak heran jika bagi para orangtua yang sadar akan pentingnya kualitas pendidikan, sedapat mungkin akan menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah yang dikenal bagus, meskipun untuk itu mereka harus membayar mahal. Karena kualitas sarana pendidikan akan sangat mempengaruhi kualitas pengetahuan seseorang, dan kualitas pengetahuan seseorang akan mempengaruhi pola pikir dan jangkauan wawasannya.

Tetapi untuk bisa hidup eksis dalam derasnya percepatan kemajuan di segala bidang kehidupan, maka untuk memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan, kita tidak bisa berpuas diri atau berhenti hanya sampai pada jenjang program pendidikan formal. Kita juga harus dengan sengaja berinisiatif untuk menambah pengetahuan dengan banyak belajar sendiri. Budaya membaca sudah merupakan keharusan bagi siapapun yang ingin maju di dunia yang cepat berkembang.

Kita bersyukur bahwa dengan adanya teknologi yang menyedikan fasilitas internet saat ini, telah memudahkan siapapun untuk mengakses informasi yang dibutuhkan hanya dengan satu alat komunikasi di tangan kita. Meskipun tentu saja fasilitas yang membuka arus global ini tidak hanya membawa dampak positif, melainkan juga dapat menjadi malapetaka bagi yang tidak bisa menyaring hal-hal yang dibutuhkan dan tidak disiplin membatasi diri. Karena jaringan online ini secara bebas akan mengakomodir berbagai provider untuk menyediakan berbagai program sesuai dengan tujuan mereka masing-masing, yang tentu saja tidak semua bermanfaat positif bagi seseorang. Pengendalian diri adalah kunci terhadap pengaruh negatif arus global ini.

Tentu saja tidak semua pengetahuan harus Anda kuasai. Prioritas utama adalah pengetahuan yang bersifat umum dan hal yang menyangkut bidang atau profesi yang Anda sedang geluti. Sesekali mungkin perlu Anda berkelana pada bidang lain hanya untuk memperoleh informasi sekilas tentang bidang tersebut. Dengan demikian Anda tidak buta sama sekali perihal berbagai bidang pengetahuan.

Demikianlah kita tidak akan pernah berhenti belajar dan belajar terus. Selama hayat dikandung badan. Karena pengetahuan akan menentukan kualitas wawasan kita.

MR. Theo Light

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *